Bisa Jadi yang dibenci itulah yang baik
![]() |
| gambar diambil dari google |
Lama sekali rasanya admin tidak membuat postingan di blog ini. yah, karena beberapa alasan yang membuat admin tidak bisa memposting tulisan. :-D. ohh ya, sebelumnya bagaimana kabar kalian semua??. Tentu saja admin berharap kalian selalu dalam keadaan sehat, baik dan selalu dalam lindungan yang maha kuasa.
Baik teman-teman pada postingan ini saya akan berbagi sebuah pengalaman saya yang akan saya tulis pada posingan kali ini agar dapat diambil hikmahnya.
Sesuai dengan gambar diatas, terdapat terjemahan Al-Qur'an Surah Al-Baqoroh ayat 216 yaitu :"boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui".
Iya jadi ceritanya begini.
Suatu ketika, beberapa bulan yang lalu kalau tidak salah pada bulan november 2017, yang pada awalnya saya sangat malas mengerjakan proposal skripsi saya pada akhirnya dapat juga melakukan seminar proposal pada bulan november tersebut. Tepatnya pada hari rabu, 15 November 2017. beberapa hari sebelum hari H, jadwal telah ditempel didepan ruang Kajur Ekonomi Syariah. Ketika itu Kajur ES adalah Baiq Elbadriati, M.EI. Ketika jadwal sudah ditempel saya sedang tidak berada dikampus. Namun, salah seorang teman saya memfoto jadwal tersebut dan membagikannya di grup WA kelas. Akhirnya saya tidak perlu lagi repot ke kampus hanya untuk sekedar melihat jadwal. Jadwal yang telah saya tunggu selama 3 minggu itu. Kemudian saya melihat jadwal tersebut ternyata .....wooooow Penguji I saya adalah bapak....(sebut saja A). Beliau adalah dosen yang menurut teman-teman kalau menguji sangat killer. dan penguji II adalah bapak...(sebut saja B). Nah, untuk penguji II ini adalah dosen yang sudah biasa dan terkenal tidak ribet dan tidak menyeramkan.
H-1 seminar proposal, saya harus sudah memberikan surat dan propsal skripsi kepada penguji. Akhirnya saya pun segera mencari dan menghubungi semua penguji, Kebetulan, pada hari itu, terlihat bapak A penguji I saya sedang duduk di ruang sidang dan saya menghampirinya dengan memberikan surat dan proposal skripsi saya. Saya mengucapkan salam dan mencium tangan beliau "Assalamualaikum pak...maaf ganggu waktunya pak, saya Zulfahmi nanti pada hari rabu, 15 November pukul 10.15 akan seminar proposal, apakah bapak bisa hadir?". Dan beliaupun mengatakan Iya Insya Allah bisa hadir untuk seminar. Ini pertanda bahwa saya akan melakukan seminar bukan ujian. sedangkan teman-taman yang lain yang berjadwal pada hari yang sama tidak ada yang melakukan seminar melainkan hanya ujian saja dengan penguji. Seminar lebih ribet dan akan disaksikan oleh banyak audien. tentu ini akan lebih membuat gerogi, sedangkan ujian hanya berhadapan dengan penguji saja. lanjut cerita, saya menghubungi bapak A penguji II melalui WA dan beliau juga mengatakan akan mengusahakan hadir dalam seminar saya. dan akhirnya positif saya akan seminar. Nah, disinilah saya merasakan bahwa saya mendapatkan sebuah kesialan atau sesuatu hal yang buruk untuk dihadapi, sedangkan teman-teman yang lain sangat beruntung.
Tibalah hari H, saya sudah menyiapka segalanya mulai dari perlengkapan seminar, jajan kotak dan sudah sangat banyak mahasiswa lain yang menunggu waktu saya seminar sebagai audien dari adik-adik tingkat. Saya semakin merasa tegang. Saya menghubungi kedua penguji dan mereka siap untuk menguji saya di seminar proposal dengan disaksikan banyak audien. kemudian saya menghubungi pembimbing I dan II saya, namun yang hanya bisa hadir pembimbing II, itupun hanya untuk membuka saja dan akan langsung melanjutkan tugasnya mengajar. Sudah tidak ada lagi yang akan membela saya untuk menghadapi penguji. Dengan bismillah saya mulai sampaikan materi saya....sekitar 10-15 menit akhirnya saya selesai menyampaikan materi saya. tibalah saatnya penguji berkomentar, komentar pertama dari penguji I, beliau menanyakan beberapa pertanyaan dan saya bisa menjawabnya. Namun, ada beberapa pertnyaan yang saya jawab semakin membuat dosen penguji semakin ganas dan membuat suasana menjadi tengang,,semua audien tegang. akhirnya, saya berhenti menjawab/melawan dan hanya mengatakan Iya,,iya. diakhir komentar beliau mengatakan harus dirombak dari awal proposal saya. sangat lelah kan. Kemudian, tiba giliran penguji II untuk berkomntar, dengan cara yang humoris dan santai beliau memberikan saya masukan dan membuat suasana menjadi biasa kembali, dan beliau mengatakan tidak perlu dirombak semua hanya beberapa saja yang perlu diperbaiki.. hati saya pun menjadi lega. Pada akhir acara seminar proposal, Berita acara langsung di tandatangani oleh kedua penguji, sehingga saya tidak perlu lagi konsultasi ke penguji karena sudah mendapatkan tanda tangannya.
Andai saja saya tidak seminar, mungkin saya akan merombak semua proposal saya karena ketika ujian, penguji satu akan meminta perbaikan full dan tidak diberikan langsung tanda tangan di berita acara sehingga harus memperbaiki dulu baru bisa dapat tanda tangan yang tentu akan menghambat untuk menyelesaikan skripsi. Ternyata, disini saya baru sadar yang pada awalnya saya menganggap bahwa saya sial karena sendiri yang melakukan seminar sedangkan teman-teman yang lain ujian semua. Akhirnya, malah sebaliknya saya sangat bersyukur karena tidak ujian tapi seminar.
Inilah yang Allah maksudkan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqoroh ayat 216 yang artinya "boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui"
Sesuatu yang saya benci pada awalnya ternyata itulah yang terbaik.
So,, silahkan diambil hikmahnya.

Posting Komentar untuk "Bisa Jadi yang dibenci itulah yang baik"
Terima Kasih Atas Kunjungannya. Semoga Bermanfaat